Rabu, 09 Desember 2009

Jalan Sutera Warren Buffet

Jalan Sutera Warren Buffet

Selasa, 12 Agustus 2008 - 13:27 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone




JAKARTA - Warren Buffet, itulah fenomena baru dalam dunia investasi dewasa ini. Pria asal Amerika Serikat (AS) yang memadukan kemampuan berfikir, matematika dan keterampilan dirinya itu, kini telah menjelma sebagai seorang investor ternama di muka bumi.
Kemahsyurannya berawal ketika Warren mendirikan sebuah perusahaan tekstil kecil, dan menyulapnya menjadi sebuah konglomerat dunia yang paling dihormati. Kisahnya itu bahkan sering disinggung sebagai sebuah dongeng ajaib yang dipadukan dengan kejeniusan dan karakter.
Sepak terjangnya makin mencengangkan dunia ketika pria berusia 77 tahun ini dinobatkan sebagai orang terkaya di alam jagat, menggeser sang multibillioner Bill Gates yang telah menyandangnya selama delapan tahun berturut-turut.
Dalam presentasinya yang bertemakan The Genius of Warren Buffet: The Science of Investing and the Art of Managing, Robert Paul Miles yang merupakan seorang pembicara, penulis, dan diklaim sebagai orang yang paling mengenal Warren Buffet mengungkapkan, kalau sang empunya investor tersebut adalah jenius dalam hal manajemen dan investasi.
Ia bisa membedakan antara karakter dan reputasi, serta menggunakannya dalam hal berinvestasi. Warren bahkan datang seorang diri, dan menantang 500 perusahaan raksasa di AS. Dirinya juga berhasil membangun sebuah tim kelas dunia tanpa harus kehilangan CEO untuk selalu diajaknya berkompetisi. Menurutnya, investasi adalah sebuah hal yang mudah untuk mengenal bisnis.
"Jadi jika Anda ingin mulai berbisnis, mulailah berinvestasi," ujar Robert menirukan perkataan Warren Buffet, yang juga penulis buku Warren Buffet, dalam paparannya di seminar Danareksa, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (12/8/2008).
Bersama Berkshire Hathaway Inc, Warren juga memiliki anak usaha bisnis yang beragam, mulai dari properti, asuransi dan reasuransi, perlengkapan dan energi, keuangan, manufaktur, hingga jasa dan ritel. Salah satu anak usahanya yang menjadi satu dari empat perusahaan asuransi terbesar di AS, dan satu dari dua perusahaan reasuransi terbesar didunia adalah GEICO.
Ia juga memiliki International Dairy Queen yang merupakan pemegang lisensi dan pelayanan di lebih dari 6.000 outlet yang menawarkan Dairy Treats and Food. Bahkan induk usaha (Berkshire Hathaway Inc) yang dimilikinya tersebut berhasil membukukan Compounded Annual Gain (1965-2007) sebesar 21,1 persen berbanding 10,3 persen yang dimiliki oleh indeks S&P 500 di AS.
"Sementara untuk Overall Gain dalam kurun waktu (1964-2007), perbandingannya antara 400,863 persen (BHI) dan 6,840 persen (S&P 500)," lanjut Robert.
Uniknya, Warren sangat konsisten dengan portoflio investasinya, ketika memulaui investasi pada tahun 1965, dirinya memiliki komposisi investasi 30 persen di asuransi, 10 persen di energi, dan 60 persen di manufaktur serta jasa dan ritel. Satu hal yang membedakannya, ditahun 1965 ia memulai investasi dengan USD 3,700, pada tahun 2006 dirinya mampu mengumpulkan uang sebesar USD 100 miliar.
Meski begitu, seorang Warren juga pernah mengalami kegagalan. Ia pernah merugi ketika berinvestasi pada sebuah Maskapai yang membuatnya kehilangan uang hingga ratusan ribu bahkan jutaan dolar, namun Warren tidak melihat itu sebagai aksi yang salah, salah satu investor di American Express Company ini memandangnya sebagai jalan yang berbeda.
Seperti kata pepatah, jalan menuju kesuksesan memang sangat terjal, tetapi Warren telah menemukan jalan sutra menuju kemakmuran.(rhs)

Sumber :

http://economy.okezone.com/read/2008/08/12/22/136054/22/jalan-sutera-warren-buffet



Tidak ada komentar:

Posting Komentar