Rabu, 20 Januari 2010

Burung-Burung yang Melukis Langit

Beberapa burung diciptakan untuk puisi-puisi. Keats memiliki nightingale-nya, Poe dengan gagaknya. Kehidupan kirik-kirik asal Eropa lebih seperti novel epik, melintasi benua-benua, dipenuhi dengan intrik keluarga, perampokan, bahaya, penipuan, dan keindahan yang berwarna-warni. Kirik-kirik meluncur melintasi angkasa dalam pakaian menyolok yang berwarna-warni: sebuah mahkota coklat kemerahan, topeng perampok berwarna hitam, dada biru-hijau, dan bulu leher dengan warna gandum matang. Pakaian yang tepat untuk burung yang menolak bermain aman.

nar sesuai namanya, kirik-kirik memakan lebah (meskipun burung ini juga akan memangsa capung, ngengat, rayap, kupu-kupu – hampir apa pun yang terbang). Ketika burung itu mengejar seekor lebah, ia terbang bagai rudal pencari panas, mencocokkan setiap tukikan dan putaran mangsanya. Setelah penangkapan di udara, kirik-kirik kembali ke tempat bertenggernya untuk mengeluarkan racun dari serangga itu. Itu adalah operasi yang brutal dan efektif. Menjepit dengan paruhnya, burung tersebut membenturkan kepala serangga itu pada sisi lain dari dahan, lalu menggosokkan perutnya pada sisi lainnya. Penggosokan menyebabkan lebah pingsan, kadang tidak berkepala untuk mengeluarkan racunnya.

Sebuah kehidupan yang baik, tumbuh sebagai seekor kirik-kirik eropa (Merops apiaster). Hampir semuanya membentuk suku-suku yang membesarkan anaknya pada musim semi dan panas dalam jangkauan yang luas dari Spanyol hingga Kazakhstan (kelompok yang lebih kecil kebanyakan tinggal di Afrika Selatan). Tanah pertanian, ladang, dan lembah sungai menyediakan banyak hasil penetasan serangga. Kawanan bee-eater mengikuti traktor seiring mereka mengaduk tanah hasil panen. Ketika menemukan sarang, burung-burung tersebut makan dengan rakus – seorang peneliti pernah menemukan seratus lebah di dalam perut seekor kirik-kirik di dekat sarang. Beberapa penjaga lebah tangkas untuk menembak burung, memandang mereka sebagai hama-hama pelumat keuntungan.

Setelah kawanan burung tiba di Afrika, musim kimpoi menjadi sangat sibuk. Kirik-kirik jantan melekat pada kawanan, sementara yang betina pergi untuk menambahkan gen ke kelompok yang jauh. Kebakaran-kebakaran rumput kadang-kadang berfungsi sebagai pencampur, menarik para bee-eater bermil-mil jauhnya untuk pesta makan serangga-serangga yang sedang melarikan diri. Jantan kelahiran Spanyol berjumpa betina kelahiran Italia, burung-burung Hungaria bertemu burung-burung Kazakhstan, dan kimpoi berpasangan seumur hidup. Ketika April tiba, kawanan burung kembali ke Eropa. Jantan berusia satu tahun kembali ke tanah kelahiran dengan pasangan baru. Rumah biasanya berupa sebuah tebing batu pasir atau tepian sungai berpasir yang dilubang-lubangi dengan liang-liang yang telah digunakan, terowongan-terowongan lonjong sepanjang kaki manusia dan selebar kepalan tangan. Tidak ingin untuk memulai keluarga pada sarang bertanah, kirik-kirik akan meninggalkan liang-liang yang sudah ada dan menggali miliknya sendiri. Kirik-kirik mematuk dan mengerik hingga 20 hari berturut-turut. Pada akhir pekerjaannya telah memindahkan 7 hingga 13 kilogram tanah – lebih dari 80 kali berat mereka – dan paruh mengelupas sebesar 2 milimeter.

Spoiler for for burung 1:


Musim bersarang adalah waktu untuk persekutuan dan intrik keluarga. Burung anggota keluarga Meropidae, yang termasuk 25 jenis kirik-kirik, terkenal sebagai pembiak yang koperatif. Di setiap koloni ada kecenderungan terdapat banyak pembantu sarang – putra atau paman yang membantu memberi makan anak-anak dari ayah atau saudara. Para pembantu tersebut juga mendapatkan keuntungan: orangtua dengan pembantu dapat menyediakan lebih banyak makanan bagi anak-anak untuk melanjutkan garis keluarga. Taktiknya, tentu saja, adalah merekrut pembantu-pembantu. Biolog Cornell University Stephen Emlen, yang telah menghabiskan hampir setahun mempelajari perilaku para white-fronted bee-eater, sepupu dari spesies Eropa yang hidup di Kenya, menemukan bahwa mereka sering menggunakan taktik-taktik lengan-kokoh yang memaksa jantan-jantan yang lebih lemah untuk membantu. Setelah menggali liang, seekor bee-eater jantan secara khusus menawarkan makanan pada pasangannya – mengesankan pasangannya dengan membawakannya lebah atau capung yang lezat. Emlen dan koleganya Peter Wrege mengamati para orangtua mencampuri urusan putra mereka, memohon untuk penyuguhan bagi pasangannya atau mendesakkan diri mereka sendiri di antara pasangan yang telah kimpoi. Jika hal itu tidak berhasil, induk mungkin menghalangi jalan masuk menuju ke liang putranya, mencegah betina masuk dan meletakkan telurnya. Setelah beberapa saat beberapa putra-putra menyerah pada tekanan, meninggalkan usaha-usaha berkembang biak mereka untuk menjadi pembantu-pembantu pada sarang orangtua mereka.

Spoiler for for burung 2:


Burung-burung European bee-eater tidak sekejam itu. Kirik-kirik lebih cenderung mencari pembantu di antara jantan yang sarangnya sendiri rusak akibat penyebab alami. Penipuan dan perampokan tidak luar biasa, betapa pun. “Hampir segala hal nakal yang dapat Anda pikirkan terjadi pada koloni-koloni tersebut,” kata Fry. Jika seekor betina meninggalkan liangnya untuk memberi makan, betina lain dapat menyelinap masuk untuk meletakkan telurnya – sebuah taktik untuk membodohi tetangga sehingga membesarkan anak-anak orang asing. Hal serupa, jika seekor jantan meninggalkan sarangnya tidak dijaga, jantan lainnya dapat meraih kesempatan untuk kimpoi dengan pasangannya. Kirik-kirik lain kadang-kadang berubah menjadi perampokan, mengganggu para tetangga yang kembali dengan makanan hingga menjatuhkan serangga tersebut dan perampok dapat terbang dengan barang-barangnya.

Itu adalah kehidupan singkat yang luar biasa. Seekor kirik-kirik yang berumur panjang akan bertahan hidup selama lima tahun, mungkin enam. Kekerasan migrasi, menghindari burung elang di sepanjang jalan, melelahkan setiap burung. Kirik-kirik saat ini juga harus berjuang karena kehilangan serangga akibat pestisida dan hilangnya tempat berbiak karena sungai diubah menjadi kanal berdinding semen. Meski hidup mereka singkat, namun penuh kejayaan dan petualangan: perburuan lebah, penyerangan sarang, kebakaran semak, intrik sarang, dan penyeberangan Gibraltar memadatkan tahun-tahun tersebut. “Lazim dijumpai di semua area tempat burung itu hidup,” kata para pemandu burung, tetapi semua ini tidak cukup baik bagi burung hebat dan indah yang tidak lazim.

Berkas kabur yang cerah seiring ia menyambar seekor kupu-kupu di udara, burung pemburu lebah (kirik-kirik) asal Eropa membawa kehidupan yang berwarna pada tiga benua.
Spoiler for for burung sedang menyambar kupu-kupu:


Spoiler for for burung 3:


Spoiler for for burung 4:


Spoiler for for burung 5:


Spoiler for for burung 6:


Spoiler for for burung 7:


Spoiler for for burung 9:


Spoiler for for burung 10:


Spoiler for for burung 11:


Spoiler for for burung 12:
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2643898

Tidak ada komentar:

Posting Komentar