Jumat, 29 Januari 2010

Amfibi yang Dilanda Kepunahan



Penelitian terbaru dan upaya penyelamatan mungkin menyelamatkan spesies yang sedang berada di ujung tanduk ini.

Katak dan kecebong, salamander dan newt, sesilia mirip cacing (yang kurang dikenal)—semuanya termasuk kelas Amphibia: makhluk berdarah dingin, suka merayap, melompat, menggali lubang yang dikenal di dunia dongeng. Binatang ini adalah wabah yang dikisahkan dalam kitab Injil, peribahasa, dan dunia sihir. Bangsa Eropa Zaman Pertengahan memandang katak sebagai sosok jahat. Bagi bangsa Mesir kuno, katak melambangkan kehidupan dan kesuburan; dan bagi anak-anak dari semua zaman, katak adalah hewan licin yang memperkenalkan mereka ke dunia margasatwa. Bagi para ilmuwan, katak mewakili suatu ordo yang mampu bertahan hidup selama lebih dari 300 juta tahun untuk ber-evolusi menjadi lebih dari 6.000 spesies tunggal yang sama cantiknya, beragamnya—dan sama-sama terancam punah—seperti segala makhluk yang berjalan, atau melompat, di muka Bumi.

Hewan amfibi adalah salah satu di antara kelompok hewan yang paling parah terkena dampak berbagai faktor yang mengancam margasatwa masa kini. Nyaris separuh dari semua spesiesnya berada di ambang kepunahan. Ratusan spesies dengan cepat menuju kepunahan, dan puluhan sudah hilang. Berkurangnya jumlah spesies ini berlangsung sangat cepat dan tersebar luas. Penyebabnya cukup kompleks—bahkan di jurang dekat Limón, buldoser hanyalah salah satu dari sekian banyak ancaman bahaya. Namun, masih ada secercah harapan. Upaya penyelamatan yang sekarang sedang dilakukan akan menampung sejumlah hewan hingga badai kepunahan berlalu. Dan, setidaknya di laboratorium, para ilmuwan mengobati katak ini dari penyakit jamur yang nyaris memusnahkan populasinya di seluruh dunia.

Di Quito, Coloma dan sejawatnya Santiago Ron mendirikan fasilitas penangkaran amfibi di museum zoologi di Pontificia Universidad Católica del Ecuador. Keduanya mengakui bahwa ini hanyalah ibarat setetes air dalam kolam, menyediakan tempat yang aman untuk memilih beberapa spesies dengan harapan dapat menghentikan kepunahan di seluruh negeri. Fasilitas itu hanya mampu menampung 16 spesies saja, meskipun Ekuador dihuni oleh lebih dari 470 spesies. Dan ini baru jumlah yang tercatat saja. Meskipun terjadi perusakan hutan secara besar-besaran di seluruh negeri ini, setiap tahun berhasil ditemukan spesies baru. Laboratorium Coloma memiliki sekitar 60 spesies yang belum lama ini ditemukan dan masih menunggu diberi nama ilmiah—jumlah ini sudah cukup menyibukkan sepuluh orang pakar taksonomi selama satu dasawarsa.

“Hewan amfibi masa kini tidak hanya menerima pukulan sekali dua kali saja, melainkan pukulan sekali dua kali tiga kali empat kali. Ini ibarat kematian akibat ribuan luka,” kata pakar biologi David Wake dari University of California, Berkeley. Perusakan habitat, kehadiran spesies yang ganas, eksploitasi komersial, dan pencemaran air secara bersama-sama menghancurkan hewan amfibi dunia. Peranan perubahan iklim masih terus diperdebatkan,. Namun, di beberapa bagian Andes, para ilmuwan telah mencatat peningkatan suhu yang tajam selama 25 tahun belakangan, disertai serangan kekeringan yang tidak lazim.

Namun, suatu bentuk infeksi jamur, chytridiomikosis (disingkat chytrid), sering kali merupakan faktor yang menyebabkan kepunahan. Infeksi ini dialami pasangan yang kimpoi di sungai Limón itu. Kedua katak itu menunjukkan hasil uji positif untuk jamur chytrid, dan si katak jantan mati tidak lama setelah si katak betina.

Spoiler for amfibi 1:

Spoiler for amfibi 2:

Spoiler for amfibi 3:

Karena katak adalah binatang nokturnal, survei dilakukan pada malam hari selama empat hari berturut-turut pada setiap periode pengambilan sampel. Untuk meneliti tingkat infeksi chytrid, kapas pentul diusapkan ke perut bagian bawah, paha, dan keempat kaki katak sebanyak dua kali pada setiap katak.

Spoiler for amfibi 4:

Spoiler for amfibi 5:

Ikan trout seperti yang satu ini pertama kali diintroduksi ke perairan Sixty Lake Basin di Sierra Nevada sekitar seabad silam. Pertumbuhannya pesat, menciptakan surga bagi para pemancing. Namun juga memangsa katak-katak kecil. Stok trout dihentikan di sini, di Sequoia and Kings Canyon National Parks pada 1970-an, dan kini petugas taman bekerja menangkapi ikan trout dengan harapan mengurangi predasi terhadap populasi katak.

Spoiler for amfibi 6:

KODOK WYOMING Anaxyrus (Bufo) baxteri
Difoto di Cheyenne Mountain Zoo, Colorado Springs, Colorado
Ukuran: hingga 63,5 mm
Lokasi: Wyoming
Status: diduga punah di alam


Spoiler for amfibi 7:

KATAK BERBINTIK COLUMBIA (Rana luteiventris)
Difoto di Austin, Nevada
Ukuran: hingga 88,9 mm
Lokasi: AS dan barat laut Kanada
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 8:

KODOK LUMUT GORDON (Theloderma gordoni)
Difoto di Reptile Gardens, Rapid City, South Dakota
Ukuran: hingga 50,8 mm
Lokasi: Thailand utara dan Vietnam


Spoiler for amfibi 9:

SALAMANDER ENSATINA (Ensatina eschscholtzii eschscholtzii)
Difoto di Museum of Vertebrate Zoology, University of California, Berkeley. Spesimen ini dikoleksi di California.
Ukuran: hingga 88,9 mm
Lokasi: Amerika utara
Status: populasi di alam relatif "aman" namun menyusutnya habitat karena pembangunan perumahan dan jalan bisa menjadi ancaman
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 10:

AXOLOTL MEKSIKO (Ambystoma mexicanum)
Difoto di Detroit Zoo, Detroit, Michigan
Ukuran: hingga 30 cm
Lokasi: Meksiko
Status: menyusutnya habitat membuat status jenis salamander ini terancam


Spoiler for amfibi 11:

Atelopus nanay
Difoto di Pontificia Universidad Católica del Ecuador, di Quito
Ukuran: hingga 38,1 mm
Lokasi: Ekuador
Status: kritis


Spoiler for amfibi 12:

KODOK YOSEMITE Anaxyrus (Bufo) canorus
Difoto di Museum of Vertebrate Zoology, University of California, Berkeley
Ukuran: hingga 88,9 mm
Lokasi: Sierra Nevada mountains of California
Status: berisiko punah


Spoiler for amfibi 13:

MANTELLA EMAS (Mantella aurantiaca)
Difoto di Sedgwick County Zoo, Wichita, Kansas
Ukuran: hingga 25,4 mm
Lokasi: Madagaskar
Status: kritis karena berkurangnya habitat


Spoiler for amfibi 14:

KATAK MARSUPIAL ESPADA (Gastrotheca testudinea)
Difoto di Pontificia Universidad Católica del Ecuador, di Quito
Lokasi: Bolivia, Ekuador, Kolombia dan Peru
Status: kritis karena berkurangnya habitat


Spoiler for amfibi 15:

KATAK BERKUKU AFRIKA (Xenopus borealis)
Difoto di Great Plains Zoo, Sioux Falls, South Dakota
Ukuran: hingga 10 cm
Lokasi: Afrika tengah dan selatan
Status: jumlahnya meningkat


Spoiler for amfibi 16:

KODOK AMARGOSA (Anaxyrus (Bufo) nelsoni)
Difoto di dekat Beaty, Nevada
Ukuran: hingga 12,7 cm
Lokasi: AS bagian barat
Status: jumlahnya mungkin hanya 25.000


Spoiler for amfibi 17:

KODOK TANDUK HIAS (Ceratophrys cranwelli)
Difoto di Sedgwick County Zoo, Wichita, Kansas
Ukuran: hingga 12,7 cm
Lokasi: Amerika Selatan
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 18:

KATAK BUDGETT (Lepidobatrachus laevis)
Difoto di National Aquarium, Baltimore, Maryland
Ukuran: hingga 10 cm
Lokasi: Amerika Selatan
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 19:

KATAK HARLEQUIN (Atelopus varius)
Difoto di Omaha's Henry Doorly Zoo, Omaha, Nebraska
Ukuran: hingga 63 mm
Lokasi: Kosta Rika dan Panama
Status: kritis, sebagian karena jamur chytrid


Spoiler for amfibi 20:

HELLBENDER TIMUR (Cryptobranchus alleganiensis)
Difoto di San Francisco State University, California
Ukuran: hingga 40 cm
Lokasi: AS
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 21:

KATAK HIJAU-HITAM BERACUN (Dendrobates auratus)
Difoto di Toledo Zoo, Toledo, Ohio. Yang ini dikoleksi di Panama.
Ukuran: hingga 38 mm
Lokasi: Amerika Tengah dan Kolombia
Status: meski hewan dalam penangkaran banyak terinfeksi chytrid, populasinya di alam masih terbilang aman.


Spoiler for amfibi 22:

KATAK DAUN LEMUR (Hylomantis lemur)
Difoto di Kebun Binatang Atlanta, Georgia
Ukuran: hingga 50 mm
Lokasi: Amerika Serikat
Status: nyaris punah


Spoiler for amfibi 23:

KATAK MARSUPIAL (Gastrotheca pseustes)
Difoto di Pontificia Universidad Catolica del Ecuador
Ukuran: hingga 62,4 mm
Lokasi: Ekuador
Status: terancam punah


Spoiler for amfibi 24:

KATAK POHON REINWARDT'S (Rhacophorus reinwardtii)
Difoto di Knoxville Zoo, Tennessee
Ukuran: hingga 63,5 mm
Lokasi: Asia
Status: menyusut

Spoiler for gambar:

Penangkaran adalah satu-satunya cara penyelamatan Gastrotheca pseustes (atas) dan 15 spesies lain yang terancam punah, totalnya lebih dari 900 ekor, di Pontificia Universidad Católica di Quito. Staf yang terdiri atas tujuh orang, beberapa orang sukarelawan, dan sekitar 1 miliar rupiah per tahun sekarang mendukung fasilitas penangkaran ini. Rencana perluasan akan memerlukan dana lebih besar.

Spoiler for amfibi 25:

Di alam liar, katak pasifik bertanduk berkembang biak dengan sangat pesat saat sedang hujan dan biasanya bersembunyi di bawah tanah di lain waktu. Pengubahan habitat yang berupa semak belukar dan berpasir menjadi lahan pertanian telah mengurangi jumlah katak, namun sekarang spesies itu berkembang biak untuk pertama kalinya di penangkaran.

Spoiler for amfibi 26:

KATAK EMAS BERACUN (Phyllobates terribilis)
Difoto di Rolling Hills Zoo, Salina, Kansas
Ukuran: hingga 50,8 mm
Lokasi: Kolombia
Status: kritis


Spoiler for amfibi 27:

PRISTIMANTIS SP.
Difoto di Reserva Las Gralarias, Ekuador
Ukuran: hingga 50,8 mm
Lokasi: Ekuador
Status: tidak diketahui


Spoiler for amfibi 28:

Oophaga sylvatica
Difoto di Pontificia Universidad Cat & oacute;lica del Ekuador
Ukuran: hingga 38,1 mm
Lokasi: Amerika Selatan
Status: menyusut


Spoiler for gambar:

Tim dan Kathy Krynak (kanan dan tengah) dan Hannah Koppelberger (kiri), mengumpulkan spesimen untuk penangkaran Luis Coloma di Pontificia Universidad Catolica di Quito. "Menyakitkan kembali ke tempat yang dulunya penuh dengan musik, kini senyap," kata Kathy Krynak.

Spoiler for larva katak:

"Kantung" transparan penuh dengan larva katak menggantung di daun dekat pinggir sungai di Ekuador. Getaran dari tetes hujan atau gerakan hewan yang mendekat bisa membuat larva lepas, dan jika jatuhnya ke air maka dia akan berkembang.

Spoiler for gambar:

"Ini bencana buat para katak," ujar biolog Luis Coloma (berbaju kuning). Pembangunan jalan menyebabkan longsor yang menyapu sesemak dari hutan dan menyumbat arus untuk pembiakan katak dekat kota Limon. Coloma menyurvei situs ini di Andes Ekuador bersama Carlos Fierro dari Conservation International (tengah) dan rekan dari Pontificia Universidad Catolica Santiago Ron (kanan).

Spoiler for gambar:

Para ilmuwan di Andes Ekuador menguji katak Atelopus terhadap jamur chytrid (hasil: positif). Sungai tempat katak berkembang biak tersumbat oleh puing-puing pembangunan. Pembabatan hutan, kekeringan, dan penyakit infeksi merupakan kombinasi mematikan bagi sejumlah spesies di Belahan Bumi Selatan yang kaya hewan amfibi.

Spoiler for amfibi 29:

Saat para peneliti menemukan pasangan katak harlequin yang sedang kimpoi ini di sepanjang arus dekat Limon, di Andes Ekuador, si betina (bawah) sudah mati akibat serangan jamur chytrid. Sang jantan, juga terinfeksi, meti beberapa hari sebelumnya. Spesies langka ini, yang bahkan belum diberi nama resmi, menghadapi kehancuran habitat dan penyakit.

Spoiler for amfibi 30:

SALAMANDER API (Salamandra salamandra)
Difoto di Kebun Binatang St. Louis, Missouri
Ukuran: hingga 250 mm
Lokasi: Eropa
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 31:

KODOK BOREAL (Anaxyrus (Bufo) boreas)
Difoto di Kebun Binatang Cheyenne Mountain, Colorado
Ukuran: hingga 12,7 cm
Lokasi: AS barat
Status: menyusut


Spoiler for amfibi 32:

Beberapa katak kaki-kuning pegunungan (Rana muscosa) di Sierra Nevada California ini mungkin bisa dijamin sehat. Meski banyak yang sudah mati kena penyakit chytrid, katak-katak yang diberi antijamur bisa selamat dan meneruskan hidup di alam liar.*

Spoiler for gambar:

Vance Vredenburg mencari katak di sebuah danau di Sequoia dan King Canyon National Park, dalam upaya meneliti wabah jamur di perairan pegunungan California. Ekolog dari San Francisco State University ini menggunakan perawatan antijamur pada katak yang hidup di sini, dan beberapa ekor berhasil lolos dari segapan jamur chytrid yang mematikan.

Spoiler for amfibi 33:

KATAK ARUS SURO . (Hyloscirtus pantosictus) . DI PONTIFICIA UNIVERSIDAD CATOLICA DEL ECUADOR . 64,1 mm . AMERIKA SELATAN. TERANCAM PUNAH
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2759157

Tidak ada komentar:

Posting Komentar